Wednesday, March 21, 2018

Perbedaan Ram DDR3 dan DDR4



Sebagai pengguna komputer atau laptop, kamu harus tau ni gaes bedanya DDR3 sama DDR4. Jangan sampai, nanti ada yang nanya ga bisa jawab.

Sekadar informasi, tanpa sadar, kita sudah menggunakan standar RAM berjenis DDR3 selama delapan tahunan. DDR3 sendiri sebenarnya juga punya banyak versi dengan tambahan atau pengurangan fitur satu dibanding yang lain. Masing-masing pabrikan, terkadang juga membuat optimasi sendiri untuk produk modul RAM yang diproduksinya.

Butuh waktu cukup lama, sampai akhirnya sekarang produsen RAM mulai merilis RAM dengan standar DDR4. Beda banget dengan processor yang hampir setiap setengah tahun, atau setidaknya setahun sudah muncul versi baru yang lebih cepat, lebih tangguh memroses lebih banyak tugas, dan lebih ramah lingkungan alias irit tenaga listriknya.

Ok, kita coba mulai bahas pertanyaan pertama.

Jika dibandingkan, maka peningkatan yang paling kelihatan dari DDR4 dibanding DDR3 adalah variasi kecepatan, lebih irit tingkat konsumsi listriknya, dan latency yang lebih rendah. Latency itu apa sih?

Column Access Strobe (CAS) latency adalah waktu jeda diantara saat memory controller memberi perintah pada modul memory untuk mengakses kolom memory tertentu pada modul RAM dengan saat dimana data yang diambil dari lokasi array modul memory tadi siap digunakan pada pin output-nya.


Clock Speed

Pada DDR3, pilihan clock speed (atau kecepatan baca tulis pada RAM) paling umu terbagi menjadi 4 kemungkinan saja: 1333MHz, 1600MHz, 1866MHz, dan 2133MHz. Dan kecepatan 2133MHz itu yang paling tinggi. Secara teknis, sebenarnya ada juga konfigurasi dengan kecepatan 800MHz dan 1066MHz, tapi hampir tidak ada yang memroduksinya karena dianggap sudah tidak relevan dengan kebutuhan komputasi pengguna.

Sementara pada DDR4, sampai saat ini tampaknya belum terlihat batas clock speed tertinggi yang akan bisa dicapai. Setiap kali ada yang bisa membuat dengan kecepatan tertentu dan dianggap tertinggi waktu itu, maka dalam waktu tidak lama, ada produsen lain yang bisa membuat DDR4 dengan clock speed lebih tinggi.

Baru-baru ini, G.Skill, salah satu produsen RAM ternama, menunjukkan konfigurasi DDR4 dengan kapasitas 128GB, lengkap dengan 4 modul mandiri berkapasitas 32GB yang masing-masing punya clock speed 300MHz. Ada juga seri G.Skill TridentZ 8GB yang sudah beredar di pasaran dengan clock speed 4266MHz.


Efisiensi penggunaan daya

Tren ramah lingkungan juga diikuti oleh RAM tipe terbaru DDR4 ini. Semua RAM bertipe DDR3, bekerja pada voltase 1.5 volt pada setup normal dan bisa dinaikkan sampai 1.975 volt pada keadaan di overclock.

DDR4 cukup dengan voltase 1.2 volt saja untuk bekerja lebih baik. Untuk keadaan tertentu bahkan bisa ditekan cukup sampai 1.05 volt, tergantung dengan pabrikannya dan kapasitas modul. Jangan lupa juga, DDR3 juga sudah berusaha lebih ramah lingkungan dengan membuat varian DDR3L yang bekerja pada 1.35 volt. Tapi tetap lumayan jauh dibanding DDR4.

Mengapa sih voltase lebih rendah diartikan sebagai lebih baik? Secara teknis, dengan voltase lebih rendah, berarti  data bisa ditransfer dengan lebih cepat tanpa membuat modul RAM menjadi terlalu cepat panas. Dengan begitu, secara umum akan membuat sistem menjadi lebih stabil. Minimal, kamu tidak perlu khawatir RAM kamu cepat terbakar ketika melakukan uji overclocking.


Kapasitas Terpasang Maksimal

Teorinya, ketika memakai RAM bertipe DDR3, maka kemungkinan batas kapasitas terpasang tertinggi adalah 128GB. Sementara DDR4 –katanya-bisa dikonfigurasi sampai maksimal 4 kali lipatnya, atau 512GB. Bagaimanapun, belum pernah ada sistem yang benar-benar berhasil melakukan pembuktian untuk hal ini.

Saat ini, cuman ada sedikit processor yang mendukung DDR4. Yang paling jelas adalah processor Intel generasi Haswell-E dan tentu saja, generasi Skylake quad-core.


DDR4 Untuk Main Game – Adakah Pengaruhnya?

RAM DDR4 muncul sebagai bagian dari rilis processor seri Haswell-E tahun lalu. Dalam beberapa tes independen oleh Anandtech, penggunaan RAM DDR4 dengan konfigurasi gaming Haswell, bisa dibilang tidak ada perbedaan dibanding DDR3.

Bagaimana kalau dipasangkan dengan Skylake? Ternyata hasilnya juga tidak beda jauh. Ketika Skylake i7-6700k dipasangkan dengan DDR4 2133MHz 16GB dipakai untuk main GTA V, ternyata FPS yang dihasilkan juga tidak bisa dibilang sebagai peningkatan, alias terlalu kecil untuk bisa dianggap sebagai perbedaan dibandingkan dengan ketika memakai DDR3.

Untungnya, kita masih bisa mendapatkan bukti kalau DDR4 ini memang membawa manfaat, yaitu ketika dipakai untuk menjalankan aplikasi yang dikenal sangat intensif menggunakan RAM, yaitu WinRar. DDR4 menunjukan peningkatan yang signifikan ketika dipakai untuk meng-unzip file dengan banyak jenis file didalamnya.

Kalau dilihat sepintas, memang kelihatannya DDR4 ini tidak akan terlalu banyak memberi kelebihan dari sisi kinerja. Tetapi ketika digunakan untuk menjalankan aplikasi yang intensif menggunakan memori, barulah terasa ada peningkatan, semisal WinRar atau Photoshop.

Sudah waktunya upgrade ke DDR4?

Sepertinya belum. Soal harga, RAM bertipe DDR4 itu lebih mahal sekitar 20% dibanding DDR3. Tidak terlalu tinggi memang. Tapi tetap saja itu lebih mahal. Kemungkinannya, tidak perlu waktu terlalu lama sebelum harga modul RAM DDR4 akan lebih murah. Karena sekarang sudah mulai banyak yang menggunakannya. Produksi masal pastilah akan membuatnya lebih murah.

Masalahnya, jika kamu melakukan upgrade sekarang, maka hampir semua bagian utama dari PC atau laptop harus berubah. Pertama, processor-nya haruslah Haswell-E atau Skylake. Kedua, motherboard-nya juga harus ganti, supaya slot-nya sesuai. Jadi? Kita tunggu saja…


source: reviewlaptop
Title: Perbedaan Ram DDR3 dan DDR4; Written by Deva Ardiansyah; Rating: 5 dari 5

No comments:

Post a Comment