Wednesday, October 2, 2013

Kenal Lebih Jauh Mengenai Harddisk (HDD) sebagai Backing Storage Device (Unit Penyimpanan)



Hardisk adalah komponen yang berbentuk persegi empat yang berisi platter atau piringan yang mirip dengan piringan hitam, head, papan elektronik, motor penggerak, dan komponen lainnya, yang dilapisi atau dibungkus oleh casing yang kuat.
Fungsi

  1. Salah satu alat booting computer
  2. Media penyimpanan operatin system (OS) yang digunakan pada computer
  3. Media penyimpanan semua data dalam kapasitas yang besar pada computer

Bagian penting

  • Buffer

Adalah sebuah memori on-board yang dimiliki oleh harddisk dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara dalam proses kinerja harddisk. Buffer dikenal juga dengan sebutan chace. Umumnya, harddisk memiliki buffer sebesar 2 Mb, tetapi pada harddisk terbaru saat ini sudah menggunakan buffer sebesar 16 Mb. Semakin besar buffer yang dimiliki oleh harddisk, semakin cepat kinerja yang dilakukan oleh harddisk dalam memproses data.

  • Interface

Berdasarkan perkembangan harddisk di masyarakat saat ini, harddisk dibedakan menjadi tiga interface, yaitu:
1). Harddisk Paralel ATA (PATA)
Harddisk jenis ini umumnya digunakan pada computer dengan menggunakan kabel IDE 40 pin dan mempunyai kecepatan rotasi sebagai berikut.

  • 3.600 rpm atau sering disebut dengan ATA 66
  • 5.400 rpm atau sering disebut dengan ATA 100
  • 7.200 rpm atau sering disebut dengan ATA 133

2). Harddisk Serial ATA (SATA)
Harddisk SATA sama dengan harddisk jenis PATA, hanya berbeda pada kabel data yang digunakan. Harddisk PATA menggunakan kabel IDE yang lebar dan agak besar, sedangkan harddisk SATA menggunakan kabel tipis dan lebih kecil daripada PATA. Beberapa keuntungan yang bisa didapat dari interface harddisk SATA antara lain:
  • Tidak adanya penggunaan jumper seperti harddisk jenis PATA
  • Ukuran kabel data yang tipis dan kecil bisa membantu kelancaran aliran udara di dalam casing karena tidak membuat sesak.
  • Harddisk SATA sudah memiliki kecepatan putaran cakram hingga 7.200 rpm sehingga lebih cepat dalam proses transfer data.
Generasi pertama SATA dikenal dengan sebutan SATA1 yang memiliki transfer rate maksimal 150 Mb/s dan generasi kedua saat ini adalah SATA II yang memiliki transfer rate sebesar 300 Mb/s. Harddisk SATA ini akan berkembang terus seiring dengan peningkatan pada transfer rate yang dimiliki.
3). Harddisk SCSI
Harddisk jenis SCSI ini rata-rata memiliki kecepatan 10.000 rpm dan tidak umum dipakai pada PC rumahan, tetapi lebih banyak dipakai pada computer server. Harddisk tipe ini menggunakan I/O card, yaitu interface yang menghubungkan antara harddisk dengan mainboard (SCSI card).
  • Kapasitas
Kemampuan untuk menampung atau menyimpan data dan aplikasi program pada computer disebut kapasitas harddisk. Semakin besar kapasitas yang dimiliki oleh harddisk, semakin banyak data dan program yang dapat disimpan atau ditampung.
  • Kecepatan Rotasi
Kecepatan rotasi adalah kecepatan putaran platter diantara head pada harddisk untuk menulis dan membaca data. Semakin cepat platter itu berputar, semakin singkat waktu harddisk untuk mengolah data.
Saat ini, kecepatan rotasi harddisk interface PATA dan SATA sudah mencapai 7.200 rpm. Yang paling cepat saat ini mencapai 15.000 rpm yang dimiliki oleh harddisk interface SCSI.
Istilah penting
Partisi, adalah membagi kapasitas harddisk menjadi beberapa root atau drive sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan oleh pengguna computer dalam rangka pertimbangan keamanan dan pengorganisasian data dan program. Harddisk yang belum dipartisi umumnya menjadi drive dengan huruf “C”. Jika sudah dipartisi, akan terbagi menjadi beberapa drive atau huruf yang berurut setelah huruf “C”. berikut ini jenis partisi yang dikenal dipasaran.
Partisi primary, adalah drive atau root yang digunakan sebagai boot table yang pertama (drive “C”) yang berfungsi sebagai master. Partisi ini merupakan tempat menyimpan program operation system  yang digunakan oleh computer.
Partisi extended
Merupakan partisi pembatas antara partisi primary dengan partisi logical. Dalam partisi ini tidak terdepat drive karena hanya berupa pembatas yang berfungsi membedakan drive “C” dengan yang lainnya.
Partisi Logical
Merupakan bagian partisi extended yang memiliki beberapa drive berurut setelah drive pada partisi primary.
Contoh, computer yang memiliki harddisk dengan kapasitas 40 GB dipartisi menjadi 4 bagian:
  1. Drive C sebagai partisi primary dengan kapasitas 10 GB, sedangkan sisanya 30 GB sebagai partisi extended yang terbagi menjadi:
  2. Drive D sebagai partisi logical dengan extended kapasitas 10 GB
  3. Drive E sebagai partisi logical dengan kapasitas 10 Gb
  4. Drive F partisi logical dengan kapasitas 10 Gb
Ada beberapa cara untuk mempartisi harddisk, yaitu:
  1. Menggunakan software perintah FDISK yang ada pada OS DOS
  2. Menggunakan harddisk utility
  3. Menggunakan software sesuai dengan merek harddisk
  4. Menggunakan program partisi berbasi OS windows, seperti Partition magic, dan lain-lain.
Format
Adalah sebuah bentuk perintah untuk menyiapkan media pemakaian dalam suatu disk yang nantinya akan digunakan sebagai media penyimpanan data. Oleh Karena itu, semua media penyimpanan seperti harddisk, disket, USB flash, harus diformat terlebih dahulu.
Harddisk yang sudah dipartisi harus diformat satu per satu pada drive yang telah dibuat saat dipartisi
FAT(File allocation table)
FAT atau lebih dikenal juga dengan “system file” adalah daftar cluster yang dialokasikan pada disk volume dan disimpan ditempat yang tetap sehingga ketika computer melakukan “booting”, semua file yang berhubungan dapat ditemukan dengan mudah. Setiap entri pada daftar FAT dapat berukuran 16 bit atau 32 bit, bergantung pada besarnya disk dan versi DOS atau OS/2 yang digunakan untuk memformat disk tersebut.
Scandisk
Scandisk merupakan salah satu tool utilities harddisk yang digunakan untuk menguji atau mengetahui kondisi harddisk. Bisa juga secara otomatis digunakan untuk memperbaiki harddisk. Scandisk juga digunakan sebagai tool untuk merawat harddisk.
Disk defragmenter
Fungsi defragmenter harus sering dilakukan pada harddisk, karena dalam bekerja, kita sering membuat dan menghapus file yang menyebabkan terbentuk celah atau ruang pada daerah disk yang digunakan. Hal ini membuat kinerja harddisk akan lebih lambat. Dengan fungsi tool defragmenter, celah atau ruang yang kosong tersebut diatur dan dikembalikan pada kondisi normal
Bad Sector
Merupakan kerusakan pada beberapa bagian sector pada harddisk karena sering terjadi crash data. Jika terjadi bad sector di awal trek harddisk, harddisk tersebut tidak bisa digunakan untk menjadi harddisk booting file operation system.
Terima kasih telah berkunjung dan membaca Artikel di Blog ini. Silahkan baca pula artikel Input Device, Output Device, Process Device
Title: Kenal Lebih Jauh Mengenai Harddisk (HDD) sebagai Backing Storage Device (Unit Penyimpanan); Written by Deva Ardiansyah; Rating: 5 dari 5

No comments:

Post a Comment